Aplikasi Perangkat Lunak Forca ERP Menargetkan Pasar Segmen Bisnis Menengah.

JAKARTA – PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) meluncurkan perusahaan baru di bidang solusi IT dengan meluncurkan aplikasi software enterprise resource planning (ERP) bernama FORCA ERP.

Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk yang membidik perusahaan menengah ini menyasar pasar perusahaan menengah Indonesia yang belum memiliki sistem ERP.

Mereka melihat peluang pasar yang besar untuk sistem ERP karena masih banyak perusahaan menengah yang belum mengimplementasikan sistem di Indonesia. Selain itu, sistem ERP yang mahal seperti sistem Oracle dan SAP membuat bisnis enggan untuk menginstalnya. Karena itu, mereka melihat pasar Indonesia masih terbuka lebar.

Adil Al Rahadi, CEO PT Synergy Informatica Simien Indonesia mengatakan, “Tahun depan kami targetkan 50 perusahaan dan kami optimis bisa dengan mudah mencapainya. Dan 50 perusahaan ini adalah target minimal kami,” kata wartawan.

Potensi ini semakin diperumit dengan banyaknya BUMN yang belum memiliki sistem ERP. Adel mengatakan sekitar 150 BUMN belum memiliki sistem ERP. Dengan sinergi BUMN, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia optimis dapat mengejar cita-citanya.

Oleh karena itu, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia menetapkan target bisnis besar dalam 3-4 tahun ke depan. Mereka membidik sekitar Rp 1 triliun dalam 3-4 tahun agar bisa memegang saham di Semen Indonesia.

“Saat ini pendapatan Semen Indonesia Rp 30 triliun, jadi kontribusi PT Sinergi Informatika Semen Indonesia minimal 3%-4%,” ujar Adel.

Adapun investasinya diperkirakan hanya perlu diinvestasikan secara khusus, bahkan tidak maksimal Rp 1 miliar. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan teknologi ini lagi di masa mendatang, dan artinya akan berinvestasi lagi.

Namun, Adel tidak mengomentari besaran investasi ke depan. Mereka hanya menyebutkan bahwa mereka memiliki tim khusus untuk mengembangkan produk ini.

Baca Juga  ALUDI Perkuat Pembiayaan Untuk Usaha Kecil Dan Bekerja Sama Dengan Amvesindo Dan Koperasi Pemuda.

Saat ini, produk ini bekerja sama dengan mitra bisnis Telcom Sigma untuk bisnis server cloud. Untuk data center, kami memiliki data center di Jakarta dan kami juga memiliki DRC di Surabaya.

Harganya diklaim jauh lebih murah dibandingkan produk luar negeri. Jika ERP milik asing dibanderol Rp 30 miliar, biaya implementasi ERP mencapai ratusan juta rupiah. Namun, Adel belum mau menyebutkan jumlah pasti implementasi produk ini.

Mereka saat ini menargetkan pengusaha menengah di sektor jasa, manufaktur, pertambangan dan perdagangan. Tantangan ke depan adalah memasuki pasar jasa keuangan. Pihaknya juga berencana untuk memperkuat kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti mitra bisnis, akademisi, dan peneliti.